Personal loan
Source image : freepik.com

Resiko Tidak Bayar Hutang di Aplikasi Pinjaman Online

Artikel kali ini membahas resiko ketika kita tidak membayar hutang di pinjaman online, baik yang resmi dari OJK ataupun pinjol yang ilegal. Jadi salah satu topik yang paling sering kita bicarakan adalah tentang cara mengambil dan cara mengelola hutang, misalnya pinjaman online, KPR, kredit kendaraan bermotor ataupun kredit tanpa agunan.

Banyak perusahaan-perusahaan besar bahkan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang mengambil hutang. Hal ini bisa kamu lihat di laporan keuangannya di mana hutang dari sebuah perusahaan biasanya dibagi menjadi tiga, ada hutang jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Jadi dari situ kita bisa melihat bahwa perusahaan-perusahaan yang besar itu mengambil hutang untuk mengembangkan bisnis mereka.

Jadi kalau ada perorangan yang mau mengambil hutang khususnya di pinjaman online, karena mungkin memang lagi butuh jangan kita judge macam-macam. Kalau hanya komentar negatif, lebih baik tidak usah, karena kita tidak membantu kondisi dari orang tersebut kecuali kita bisa membantu info atau bantu memberi solusi.

Oleh karena itu, kita akan khusus membahas resiko apa sih yang kita hadapi ketika kita gagal dalam melakukan pembayaran hutang baik pinjaman yang resmi ataupun pinjol yang ilegal. Kita mulai bahas resiko ketika kita gagal membayar hutang di pinjaman online yang resmi dari OJK.

Resiko yang pertama ketika kita gagal dalam bayar hutang di pinjaman online yang resmi dari OJK itu maka pinjaman online tentunya akan menagih kepada kita melalui berbagai media bisa melalui whatsaap bisa melalui telepon atau melalui email. Jadi mereka akan memanfaatkan semua kontak yang mereka punya dari kita untuk menanyakan alasan tidak bayar hutang. Apakah kamu bisa membayar hutang ini dalam waktu dekat?

Baca Juga  5 Tips Ketika Mengajukan Pinjaman Online Indodana

Setiap pinjol itu pasti ingin pinjaman yang kita telah pinjam itu dibayarkan dengan lunas. Oleh karena itu wajib untuk mereka menagihnya kepada kita dan pada umumnya proses penagihan ini dilakukan baik-baik, karena sifatnya berupa informasi . Jadi wajar saja kalau sebuah perusahaan pinjaman online itu melakukan penagihan ketika kita telat.

Dalam melakukan pembayaran hutang, biasanya proses ini akan berlangsung selama 90 hari dan kalau sudah lewat 90 hari maka perusahaan ini biasanya akan meminta tolong kepada pihak ketiga. Pihak ketiga ini biasanya debt kolektor. Jadi mereka akan minta tolong kepada debt kolektor untuk membantu menagih hutangnya kepada kita. Selain itu perusahaan pinjaman online juga akan menyerahkan data kita kepada Bank Indonesia dan OJK. Nantinya kita akan masuk ke dalam blacklist BI dan kredit kolektibilitas kita akan turun menjadi kredit level 3.

Pertanyaan selanjutnya, apakah penagihan debt kolektor ini kasar atau tidak?

Sebenarnya debt kolektor yang terdaftar di pinjaman online resmi OJK sudah diatur tata cara prosedur penagihan. Salah satunya adalah tidak boleh menggunakan kata-kata kasar atau tidak boleh menggunakan kekerasan. Nah, itu adalah salah satu keuntungan ketika kita mengambil pinjaman online yang resmi, jadi debt kolektor tidak akan menggunakan kata kasar, tidak akan menyebarkan data kita dan tidak akan menggunakan kekerasan.

Mungkin akan muncul ke pertanyaan berikutnya, apakah debt kolektor itu akan datang ke rumah kita untuk menagih? Jadi setiap pinjaman online itu kan ukurannya berbeda-beda, ada ukuran pinjaman online yang timnya kecil, ada ukurannya timnya besar. Jadi bisa jadi mereka hanya ada tim juru telepon, mereka hanya akan menagih kita lewat telepon. Tapi debt kolektor yang datang ke rumah itu tidak ada. Ada juga pinjaman online yang debt kolektor lapangan. Jadi mereka akan datang ke rumah kita untuk menagih secara baik-baik.

Baca Juga  5 Tips Ketika Mengajukan Pinjaman Online Indodana

Kemudian, apa resiko ketika kita mengambil pinjaman online ilegal? Jadi di pinjol ilegal ini kan tidak diatur oleh OJK, akibatnya mereka bebas dalam menentukan bunga dan menentukan cara untuk menagih. Biasanya mereka menagih lewat Whatsapp ataupun lewat telepon. Perkataan mereka seringkali tidak sopan dan menjurus kasar. Ancaman untuk menyebarkan identitas pribadi kepada kontak WA menjadi jurus mereka.

Nah itulah makanya, saat ini kami berbagi informasi tentang resiko tidak bayar hutang pinjol. Kami berharap bahwa kalian yang melakukan pinjaman online bisa mengelola hutang tersebut sehingga tidak perlu ditagih ataupun didatangi oleh debt collector. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *