Masakan Indonesia Go To Belanda

Masakan Indonesia
Makanan Indonesia tersaji di pusat pusat perbelanjaan papan atas di negeri kincir angin atau Belanda di de Bijenkorf Den Haag (21-23 Mei 2013) dan de Bijenkorf Amsterdam (24-26 Mei 2013). Ini adalah kegiatan yang di lakukan oleh KBRI Den Haag yang bekerjasama dengan de Bijenkorf Belanda. Chef William Wongso beserta tim di hadirkan untuk mendukung acara ini. Bermacam-macam menu makanan Indonesia disajikan di antaranya asinan jakarta, soto ayam, rijstafel tumpeng padang lengkap (terdiri dari nasi tumpeng, sayur kapau, rendang padang, pangek ikan tongkol, ayam lado mudo dan kering kentang balado), serta kolak pisang dan kue lumpur. 
Acara pembukaan kegiatan (kick-off event) dilakukan oleh Dubes RI Den Haag, Retno L.P. Marsudi dan CEO de Bijenkorf, Mr. Giovanni Colauto di tempat yang sama pada hari Jum’at (24 Mei 2013). "Melalui kegiatan tersebut diharapkan akan semakin mengukuhkan eksistensi makanan Indonesia di Belanda dan sekaligus memperkenalkan diversifikasi makanan Indonesia", tutur Dubes RI di Den Haag melalui press release kepada Portal Kemlu. 

Penampilan dan penjualan makanan Indonesia di de Bijenkorf disambut hangat oleh pengunjung de Bijenkorf, yang tidak saja terdiri dari publik Belanda namun juga turis asing (terutama di de Bijenkorf Amsterdam yang letaknya berada di tempat wisata strategis dan di depan istana kerajaan Belanda).
Selama 3 (tiga) hari pelaksanaan di Amsterdam, animo pengunjung de Bijenkorf  untuk mencicipi dan membeli makanan Indonesia cukup tinggi. Para pengunjung dan turis asing tampak sangat menikmati kelezatan dan rasa otentik berbagai makanan, sementara lainnya juga menikmati penjelasan dan tips simple cara memasak makanan Indonesia oleh Chef William Wongso. 

Diantara pengunjung juga terdapat warga Indonesia yang secara khusus datang ingin mencicipi rasa otentik makanan Indonesia, khususnya rendang dan ayam lado mudo. Beberapa warga asing ternyata juga baru pertama kali mengetahui bentuk buah nangka yang dapat dijadikan sayur maupun kolak dan terkagum dengan cara pembuatan kue lumpur dan kolak yang mudah namun lezat. 

Tidak heran ketika ditanyakan kesan makan masakan Indonesia yang disajikan, semuanya sepakat satu rasa: “alles lekker” (semuanya enak). Ketertarikan publik Belanda terhadap makanan Indonesia dari 3 (tiga) hari penyelenggaraan yang setiap harinya sekitar 125 porsi yang disediakan habis terjual dalam waktu kurang dari 3 jam. 

Pihak Bijenkorf memberikan apresiasi positif kolaborasi kegiatan dan saat ini sedang mempertimbangkan untuk menjual makanan Indonesia secara permanen di restoran mereka. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Dubes RI Den Haag juga menyelenggarakan jamuan makan siang (di dua tempat tersebut) dengan mengundang travel agents, wartawan, maskapai penerbangan, international women associations, pemilik restoran dan chef Belanda serta lainnya. Acara makan siang juga dihadiri oleh CEO de Bijenkorf, Mr. Giovanni Colauto.

Diharapkan ke depannya, produk-produk Indonesia, termasuk kuliner Indonesia dapat dijual secara permanen di de Bijenkorf. Kegiatan ini diharapkan pula memperkuat posisi Belanda sebagai “outlet” promosi makanan Indonesia. De Bijenkorf merupakan “high-end” super store di Belanda semenjak tahun 1870. De Bijenkorf terkenal sebagai department store yang sangat menjaga kualitas produk dan terdapat counter-counter produk internasional seperti Louis Vuitton, Channel dan sebagainya. Sumber :http://www.kemlu.go.id.
Berita lainnya Tragedi Jatuhnya Meteor di Rusia

BAGIKAN KE

Facebook Google+ Twitter Digg

Artikel Terkait

Comments
3 Comments

3 Responses to "Masakan Indonesia Go To Belanda"

  1. kalau sate madura kang kog gak go to internasional ya :D

    BalasHapus
  2. ternyata keren juga ya masakan indonesia, go international, hee

    BalasHapus

1.Tinggalkan Komentar Sobat di Blog ini.
2.Kritik dan saran dari sobat kami terima dg senang hati.
3.Komentar Sobat adalah sebuah PENGHARGAAN dan SILATURAHMI buat blog ini.
--- TERIMA KASIH DAN SALAM SUKSES BUAT ANDA ---

SITE INFO

Google+ Followers